loader

YANG HOBY BULLY DAN HATE SPEECH WAJIB BACA KISAH PAK KAPOLSEK DARI TOBELO INI

1 year ago



Dalam perjalanan dari Tobelo Kabupaten Halmahera Utara ke Sofifi Kabupaten Kepulauan Tidore Kepulauan yang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara, tim klipaa.com sempat bertamu ke  salah satu kecamatan di jalan lintas Tobelo – Sofifi.  Wilayah di pinggir laut itu bernama Kecamatan Tobelo Selatan.  Kecamatan kecil yang berada di urat nadi lalu lintas darat Pulau Halmahera.  Sebagian wilayah kecamatan berada di pinggiran pantai yang eksotik.  Kami mendapati hijau kebun kelapa kiri kanan jalan hampir di sepanjang perjalanan, dan kemudian di sebelahnya laut biru bening berombak tenang sesekali menyembul di pandangan mata.

Kantor Kecamatan Tobelo Selatan termasuk sederhana, terletak di pinggir jalan dan mempunyai halaman berumput yang cukup luas.  Bangunan kantor kecamatan relatif kecil, ada beberapa bangunan salah satunya aula pertemuan kecil berukuran sekira  6 x 8 meter yang dindingnya terbuka.  Kebetulan pada saat kami datang di aula nampak sedang ada pertemuan antara para  kades dan aparat kecamatan. Kondisi bangunan aula yang terbuka membuat suasana rapat lebih cair, bahkan terasa sekali mereka lebih menyatu dengan alam sekitar.  Jika bangunan lain di dataran rendah umumnya harus menggunakan AC  untuk mendinginkan udara ruangan agar nyaman, di sini tak perlu AC.  Dinding terbuka  membuat ruangan menjadi sangat sehat, sirkulasi udara  sekitar aula sangat lancar.  Udara yang kaya oksigen dari rerimbunan pepohonan  yang tumbuh banyak di suasana perdesaan yang asyik.

Di balik suasana perdesaan, keindahan alam dan biru laut  yang sering sangat menggoda untuk sekedar berhenti berfoto selfie, daerah ini menyimpan sejarah luka. Dulu ketika konflik terjadi masyarakat di sini hidup susah.  Mereka tidak dapat menikmati rerimbunan pohon kelapa, hamparan kebun pala atau eksotisme laut yang keren.  Mereka diliputi oleh “ketakutan” konflik horizontal yang mengenaskan.  Konflik berdarah secara komunal  pecah antara tahun 1999-2000 yang menjalar-jalar diantara mereka yang padahal secara genetik masih bersaudara.  Pemicu konflik  komunal yang berlatar belakang SARA, secara ganas merata di berbagai daerah di Halmahera Utara.  Tim klipaa.com sempat berbincang dengan penduduk  yang menjadi saksi sejarah saat terjadi konflik.  Mereka  menyampaikan bahwa betapa mereka menyadari bahwa rukun itu luar biasa pentinya.   Mereka akan berjuang sekuat mungkin untuk bersatu, guyub dan saling menghargai sesama saudara walau berbeda keyakinan.  Sejarah yang mereka alami dalam kehidupan memberi pelajaran sangat berharga bahwa  “konflik hanya akan merenggut kebahagiaan”.



Pemerintah dan elemen masyarakat  tentu menyadari bahwa ongkos pemulihan konflik jauh lebih besar daripada mencegahnya. Konflik tidak boleh terjadi lagi,  sehingga di beberapa titik dapat kita temui pos-pos kemananan daerah rawan yang diisi oleh pasukan TNI.   Tim klipaa.com berkesempatan berbincang dengan salah satu Kapolsek yang sedang memantau kegiatan di Kantor Kecamatan Tobelo Selatan.  Pak Kapolsek  itu bernama Iptu J Sariwating, seorang perwira polisi ramah yang masih kelihatan gagah dan bijak di usia yang tidak lagi muda.  Beliau bercerita tentang banyak hal  yang beliau  lakukan dalam rangka membina masyarakat agar dapat terhindar dari konflik. Menjadi Kapolsek kata beliau harus dapat bersosialisasi dengan baik sehingga  kadang harus hadir melakukan pendekatan di mesjid pada hari jumat, dan sekaligus melakukan pendekatan ke gereja pada hari minggu. 

Wilayah kerja yang luas menjadi tantangan sendiri bagi para petugas kepolisian, sebagaimana diutarakan oleh pak Kapolsek yang mempunyai wilayah kerja di 3 kecamatan  yaitu kecamatan  Tobelo BTS (kecamatan Tobelo Barat, Kecamatan Tobelo Timur dan dan Kecamatan Tobelo Selatan) dengan total desa sekitar 24 desa yang terdiri dari:

Kecamatan Tobelo Barat

No

Desa

Kecamatan

1

Birinoa

Tobelo Barat

2

Kusuri

Tobelo Barat

3

Sukamaju

Tobelo Barat

4

Togoliua

Tobelo Barat

5

Wangongira

Tobelo Barat

 

 

 

Kecamatan Tobelo Timur

No

Desa

Kecamatan

1

Katana

Tobelo Timur

2

Gonga

Tobelo Timur

3

Meti

Tobelo Timur

4

Todokuiha

Tobelo Timur

5

Yaro

Tobelo Timur

6

Mawea

Tobelo Timur

 

Kecamatan Tobelo  Selatan

1

Talaga Paca

Tobelo Selatan

2

Lemah Ino

Tobelo Selatan

3

Pale

Tobelo Selatan

4

Leleoto

Tobelo Selatan

5

Paca

Tobelo Selatan

6

Tobe

Tobelo Selatan

7

Kupa Kupa

Tobelo Selatan

8

Toma Halu

Tobelo Selatan

9

Efi Efi

Tobelo Selatan

10

Gamhoku

Tobelo Selatan

11

Kupa Kupa Selatan

Tobelo Selatan

12

Kakara B

Tobelo Selatan

13

Tioua

Tobelo Selatan

 

Menjadi petugas di yang membawahi 3 kecamatan sekaligus tentu bukan hal mudah.   Tantangan berikutnya adalah masyarakat yang beragam suku dan  berbeda latar belakang   sosial ekonomi dan bahkan agama perlu disikapi dengan sangat hati-hati. Tentu tidak bisa disamakan dengan daerah lain yang masyarakatnya cenderung mempunyai kepercayaan lebih “homogen” dan tidak ada riwayat konflik komunal.  Petugas harus memastikan bahwa kondisi aman, bahkan tidak boleh ada pemicu konlik sedikitpun.  Tugas utama adalah mendeteksi dan mengatasi terhadap gerakan yang dapat memecah belah.    Walaupun kejadiannya sudah sangat lama, petugas perlu terus melakukan pendekatan agar potensi dari konflik tidak berkembang.  Kapolsek bersama pihak bersama sama bersatu untuk mengelola agar konflik tidak akan pernah terjadi lagi selama-lamanya di daerah nan subur tersebut.  Konflik tidak memberikan dampak ekonomi, tidak mendorong percepatan pembangunan dan tidak membuat orang-orang akan betah.  Pelajaran dari pengalaman konflik adalah luka sejarah.   Cermin kehidupan yang perlu direnungkan sebagai pelajaran berharga agar tidak terjadi lagi, apapun pemicunya, perang saudara hanya akan merusak tatanan, seperti kata pepatah “kalah jadi abu merang jadi arang”.



Dari obrolan dengan bapak Kapolsek ada beberapa hal menarik yang  menjadi bahan perenungan tentang tantangan menjadi Kapolsek di bekas daerah konflik: 

1.      Tantangan sosial, agar dapat diterima secara sosial oleh masyarakat, dengan demikian pendekatan kepada masyarakat juga harus adaftif bagaimana kapolsek harus memanfaatkan apapun moment sosial keagamaan di masyarakat agar memudahkan dalam proses komunikasi, baik event keagamaan umat Islam maupun event keagamaan umat Kristiani, agar semua warga merasa terayomi agar pesar-pesan damai dan mengelola ketertiban bersama dapat difahami oleh masyarakat.

 

2.      Tantangan komunikasi

Komunikasi di daerah konflik perlu terus dikembangkan seoptimal mungkin, tidak boleh ada mis komunikasi baik antar aparat, antar aparat dengan masyarakat dan juga antar kelompok masyarakat.  Seringkali  mis komunikasi dapat menyulut konflik.  Kapolsek harus selalau menjadi rujukan dalam menghadapi berbagai informasi yang sengat massive  dan kadang susah dikontrol di era digital saat ini. Untuk dapat menjadi rujukan tentu saja kapolsek harus dipercaya, harus netral dan harus dekat dengan masyarakat. Hanya dengan kedekatan dan teladan dapat dipercaya, karena hanya ketika dipercaya orang didengarkan pendapatnya!

3.      Tantangan Medan Kerja

Sangat berbeda kondisi infrastruktur dan sarana prasarana di kota dan di perdesaan. Menjadi Kapolsek di daerah yang belum maju, dihadapkan pada keterbatasan sarana komunikasi.  Berbeda dengan di pulau jawa dimana hampir seluruh daerah terkoneksi dengan jaringan telepon dan akses transportasi yang mudah. Di Halmahera Utara sebagian akses ke permukiman masih kurang bagus dengan fasilitas dan utilitas kawasan yang juga kurang.  Koordinasi dengan masyarakat sebagian harus selalu didatangi dan tatap muka karena tidak semua spot di area tugas mempunyai koneksi jaringan telepon selular yang baik. 

 

Itulah sekelumit tantangan-tantangan di daerah konflik yang kami peroleh dari perbincangan singkat dengan pak Kapolsek.  Semakin kita banyak tahu kondisi lapangan, semakin kita bisa memahami arti sebuah perjuangan, arti pentingnya kerja keras dalam menjadi persatuan.  Semoga upaya seluruh petugas lapangan yang selam ini bekerja di medan-medan “jauh” menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.  Bangsa keren yang sudah sedemikian dalam melekat di hati kita semua.  

1 Komentar

Silahkan login untuk berkomentar.