loader

Kisah menarik di candi cangkuang, Garut

2 minggu yang lalu

UAS IAD (ilmu alamiah dasar)

Nama : Raehani Safina Al'arsy
NPM : 20178300034
Matkul: IAD
Untuk memenuhi tugas UAS saya akan membahas tentang candi yang ada di Jawa Barat. Pasti ada yang belum tahu tentang candi yang ada di jawa barat. Baiklah akan dibahas di bawah ini.

Candi Cangkuang merupakan satu - satunya candi yang ada di Garut, Jawa Barat. Candi ini pertama kali ditemukan tahun 1966 oleh tim peneliti yang salah satunya bernama Uka Tjandrasasmita. Nama Candi cangkuang diambil dari kata pohon cangkuang yang dimana daunnya digunakan untuk membuat tikar dan buahnya untuk obat.

Candi cangkuang meninggalkan 2 ajaran agama, yaitu : Hindu & Islam, mengapa demikian? Karena Di Cangkuang itu ada sebuah arca Siwa dan makam Arif Muhammad, tidak menjelaskan adanya candi. Setelah ditemukannya arca siwa, para peneliti menggali tanah di sekitar. Setelah digali, ditemukan fondasi berukuran 4,5x4,5 meter dan puing-puing candi yang berserakan. Tidak ada keterangan jelas siapa atau kerajaan apa yang membangun candi, tapi dilihat dari batuannya dan kesederhanaan bentuk, Candi cangkuang diperkirakan didirikan pada abad ke-8. Namun puing - puing candi yang ditemukan hanya 40% saja, lalu candi kembali dibangun pada tahun 1974 - 1976 dengan menambahkan batu yang dicetak mirip dengan perkiraan bentuk aslinya sebanyak 60%. Lalu di resmikan pada tanggal 8 Desember 1976 oleh Prof. Dr. Sariep.

Pada abad ke-17 candi cangkuang diislamkan oleh Raden Dalem Arip Muhammad, beliau adalah panglima perang dari Yogyakarta. Beliau tinggal di kampung pulo yang letaknya tidak jauh dengan candi, disana terdapat 6 rumah dan 1 masjid, yang dimana 6 rumah itu melambangkan 6 anak perempuan dan 1 masjid melambangkan 1 anak laki - laki. Raden Dalem Arip Muhammad dimakamkan di tengah-tengah bukit kp. Pulo, batu nisan beliau condong ke tengah yang berarti "orang tua mengayomi anaknya agar tidak congkak".

Adat istiadat masyarakat kp. Pulo masih dilestarikan hingga saat ini, diantaranya setiap tanggal 14 Maulud "ngibakan benda pusaka" yaitu ritual pencucian benda pusaka, saat ritual ada 7 macam air, karena setiap sumber mata air memiliki PH yang berbeda. Lalu disana, ada pamali/larangan yang diantaranya :
1. Tidak boleh ziarah di hari Rabu
2. Tidak boleh memukul Gong
3. Tidak boleh menambah/mengurangi bangunan
4. Tidak boleh memelihara hewan berkaki 4

@choyei

0 Komentar

Silahkan login untuk berkomentar.