3 tahun yang lalu
Oleh: Wanda Eka Arista

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial


Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya. Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi. Proses dari individu menjadi pribadi, didukung dan dihambat oleh dirinya sendiri dan juga oleh kelompok sekitarnya. Pada kodratnya manusia adalah makhluk social atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk social, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Manusia dikatakan sebagai makhluk social karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Dan manusia tak akan bisa hidup tanpa bantuan manusia lainnya.

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social pastinya membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, proses interaksi dan sosialisasi selalu terjadi kapanpun dan dimanapun. Adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat menggambarkan bahwa dalam setiap kelompok terdapat perbedaan kedudukan seseorang dari yang berkedudukan tinggi sampai kepada kedudukan yang paling rendah, seolah-olah yang bertingkat-tingkat dari atas ke bawah. Strata ini terjadi karena dalam masyarakat selalu ada yang dihargai sebagai hal yang menyebabkan timbulnya bibit-bibit strata didalam masyrakat. Maka dari itu saya melakukan instrument lapangan tentang “Lapisan Masyarakat dilihat dari Segi Ekonomi”, “Jumlah Pelajar diatas 15 tahun”, dan “Prestasi desa atau kelurahan”. Dan dari instrument tersebut dihasilkan terdapat beberapa lapisan masyarakat yang bekerja sebagai PPSU yang mendapatkan gaji UMR Jakarta, serta hasil jumlah pelajar diatas 15 tahun di RT.004/RW.007 yaitu lebih dari 100, sedangkan prestasi kelurahan Pondok Bambu adalah rajin membersihkan Banjir Kanal Timur (BKT).


#TugasISBD12

0 Komentar

Silahkan LOGIN untuk berkomentar.