1 tahun yang lalu
Oleh: Tri Wulandari

Ujian Akhir Semester IAD

1. Perkembangan Pola Pikir Manusia
Sejak Iahimya di muka bumi ini manusia bersentuhan dengan alarn Persentuhan dengan alam menimbulkan pengalaman. Alam memberikan rangsangan kepada nunusia melalui pancaindra. Jadi, pancaindra merupakan alat komunkasi antara alam dengan manusia yang membuahkan pengalaman. Pengalaman itu waktu demi waktu bertambah, karena nunusia ingin nendapatkan jawaban atas pertanyaan yang hakiki; apa, bagaimana, dan nengapa, bajk atas kehadirannya di dunia ini, maupun atas segala benda yang telah mengadakan kontak dengan diriya. Perkembangan pola pikir manusia ini ili dari zaman ke zaman terus berubah bahkan bertambah, karena dipengaruhi Oleh beberapa faktor, di
Antaranya :
√Yang pertama rasa ingin tahu
√√Kedua mitos dimna manusia juga ingin berusaha nenenuhi kebeutuhan non fisik atau kebutuhan alam pikirannya.
√Dan ketiga penalaran, setelah kemampuan manusia yang semakin maju dan perlengkapan pengamatan makin sempurna misalnya tempong bintang yang semakin sempurna
Okh karena itu berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya, karena manusia satu-satunya makhluk yang akal pikirkan oleh Allah SWT, dengan kata pikir pola akan berkembang setiap zaman.

2. Perubahan iklim tentunya akan memunculkan berbagai dampak yang bisa mempengaruhi kehidupan kita. Perubahan iklim harus segera diatasi agar dampak tersebut tidak menjadi semakin parah dan bisa mengacaukan aktivitas dari manusia. Dampak dari perubahan iklim ini bisa berlangsung dengan sangat cepat dan juga bisa berlangsung secara bertahap. Di bawah ini merupakan beberapa dampak dari perubahan iklim yang masih kita bisa lihat dan rasakan saat ini.

Dilansir dari Guru Pendidikan, perubahan iklim akan mengakibatkan bongkahan es yang ada di daerah kutub akan terus mencair dan mengakibatkan permukaan air laut akan terus menaik. Permukaan air laut yang meningkat juga akan mengakibatkan banyak daerah menjadi cepat mengalami banjir dan terendam oleh air laut.

Suhu yang terus meningkat juga bisa mengakibatkan risiko kebakaran hutan menjadi lebih meningkat. Kondisi ini pernah dialami oleh negara Australia pada awal tahun 2020 ketika kebakaran hutan melanda dengan hebat dan membabat habis hutan dengan ganas. Kebakaran hutan tersebut juga mengakibatkan terjadinya kekeringan dan berkurangnya tempat tinggal bagi hewan – hewan.

Perubahan iklim juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu pada air laut dan mengganggu ekosistem yang ada di dalamnya. Suhu air laut yang terus meningkat bisa membunuh berbagai hewan
Langkah Global untuk Mengatasi Perubahan Iklim
Sejak abad 18 hingga awal abad 19 dimana terjadinya revolusi industri berhasil menyebabkan perubahan iklim terus terjadi dengan sangat pesat. Tindakan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia selama masa revolusi industri seperti penebangan hutan hingga menciptakan berbagai mesin industri yang berukuran masif sangatlah mempengaruhi perubahan iklim hingga menyebabkan terjadinya pemanasan global seperti yang kita tahu saat ini.

Manusia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk setidaknya mengembalikan kondisi bumi agar menjadi lebih baik seperti sedia kala. Berbagai upaya dan mitigasi terus dilaksanakan secara besar – besaran untuk mengurangi dan mengatasi perubahan iklim dalam waktu yang cepat. Di bawah ini merupakan beberapa langkah global yang terus dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim.

a. Menggunakan Sumber Energi yang Terbarukan dan Ramah Lingkungan

Langkah global pertama yang dilakukan dalam rangka mengatasi perubahan iklim adalah dengan cara menggunakan sumber energi yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan. Hingga saat ini sudah mulai banyak perumahan dan apartemen yang berada pada kota – kota besar mulai mengandalkan dan memasang panel surya untuk mengurangi penggunaan dan beban listrik pada tempat tinggal mereka.

Banyak pabrik – pabrik besar juga yang mulai mengalihkan sumber energi yang digunakan agar menjadi lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.
Sejak abad 18 hingga awal abad 19 dimana terjadinya revolusi industri berhasil menyebabkan perubahan iklim terus terjadi dengan sangat pesat. Tindakan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia selama masa revolusi industri seperti penebangan hutan hingga menciptakan berbagai mesin industri yang berukuran masif sangatlah mempengaruhi perubahan iklim hingga menyebabkan terjadinya pemanasan global seperti yang kita tahu saat ini.

Manusia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk setidaknya mengembalikan kondisi bumi agar menjadi lebih baik seperti sedia kala. Berbagai upaya dan mitigasi terus dilaksanakan secara besar – besaran untuk mengurangi dan mengatasi perubahan iklim dalam waktu yang cepat. Di bawah ini merupakan beberapa langkah global yang terus dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim.

a. Menggunakan Sumber Energi yang Terbarukan dan Ramah Lingkungan

Langkah global pertama yang dilakukan dalam rangka mengatasi perubahan iklim adalah dengan cara menggunakan sumber energi yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan. Hingga saat ini sudah mulai banyak perumahan dan apartemen yang berada pada kota – kota besar mulai mengandalkan dan memasang panel surya untuk mengurangi penggunaan dan beban listrik pada tempat tinggal mereka.

Banyak pabrik – pabrik besar juga yang mulai mengalihkan sumber energi yang digunakan agar menjadi lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.
b. Membatasi Penggunaan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil

Saat ini sudah sangat banyak negara yang mulai memberlakukan uji emisi yang sangat ketat terhadap berbagai kendaraan komersil. Tidak hanya itu saja, beberapa negara sudah memberlakukan transportasi umum tidak boleh untuk menggunakan bahan bakar fosil sama sekali. Dengan mengalihkan transportasi umum untuk tidak menggunakan bahan bakar fosil sama sekali sangatlah membantu untuk mengurangi kadar emisi yang ada di udara.

Kendaraan komersil pribadi juga sudah mulai sangat banyak yang menggunakan bahan bakar terbarukan seperti baterai dan tidak menggunakan bahan bakar fosil sama sekali. Tesla Motors merupakan salah satu pabrikan kendaraan pribadi yang disiapkan sejak awal agar seluruh kendaraannya secara 100% menggunakan tenaga listrik yang disimpan di dalam baterai.

Elon Musk sebagai salah satu pendiri Tesla percaya bahwa dunia yang kita tinggali bisa benar – benar meninggalkan bahan bakar fosil dan menggunakan energi yang terbarukan sebagai sumber tenaga alternatif. Visi dari Elon Musk tersebut terus digaungkan dan membuat dirinya menjadi salah satu yang berhasil untuk mendobrak penggunaan kendaraan listrik yang tetap nyaman untuk digunakan dan sangat aman bagi bumi yang kita tinggali.

c. Melakukan Penanaman Hutan dalam Skala Besar

Hutan merupakan jantung kehidupan bagi dunia ini. Tanpa adanya hutan dan wilayah hijau akan membuat kondisi bumi menjadi lebih panas dan tidak ada yang bisa menghasilkan oksigen yang segar untuk kita hirup.

Saat ini setiap negara sudah mulai sukses dalam menjalankan program penanaman pohon dalam jumlah yang besar. Setiap rumah juga diharuskan untuk mempunyai halaman sendiri ataupun taman vertikal bagi yang tidak mempunyai halaman rumah sama sekali. Singapura menjadi salah satu negara yang bisa dibilang sukses untuk menciptakan lahan hijau vertikal yang sangat menarik dilihat dan tidak mengurangi manfaatnya sama sekali.

3. Di era serba modern dan semakin berkembanganya pembangunan berbasis teknologi ini menjadikan persoalan baru bagi suatu daerah, apalagi daerah tersebut masih dalam masa berkembang. Semakin berkembang dan bertambahnya pembangunan di suatu tempat maka akan berpengaruh juga pada peningkatan penggunaan sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Pemanfaatan sumber daya ini bertujuan untuk menyokong berjalannya pembangunan dan akan menambah persoalan baru bagi tempat tersebut, salah satunya masalah lingkungan.
Dalam proses pembangunan, sumber daya alam berperan sangat penting dalam kehidupan dan seharusnya pemanfaatan sumber daya alam berjalan dengan seimbang dengan pembangunan. Namun pada kenyataannya tidak demikian, sering kali dijumpai pengekplorasia sumber daya alam yang berlebihan sehinnga ekosistem atau lingkungan sekitar pembangunan mengalami kerusakan. Baik kerusakan secara ringan yang dapat dilakukan perbaikan kembali ataupun kerusakan yang berat sehingga lingkungan sulit untuk direboisasi. Jika hal ini terus berlanjut maka akan membahayakan kehidupan dikemudian hari.
Berkembangnya pembangunan di era ini sebenarnya memiliki sisi baik, selain untuk memperbaiki fasilitas yang telah ada, meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar pembangunan. Pembangunan juga sebagai tanda bahwa suatu daerah mengalami kemajuan. Pembangunan yang berbasis teknologi dan sedang dikembangkan sekarang bias menjadikan masyarakat untuk lebih modern. Namun dibalik itu tetap ada sisi buruk. Seperti akibat teknologi yang terus berkembang yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan tetapi hal tersebut akan membuat manusia malas untuk melakukan pekerjaan berat dan lebih condong untuk bergantung pada kemudahan teknologi. Begitu juga dengan pembangunan yang digencar-gencarkan sekarang. Dampaknya adalah kerusakan lingkungan yang ada disekitar. Tidak dapat dihindari lagi bahwa jika suatu tempat yang sedang mengalami pembangunan pasti akan mengalami kerusakan lingkungan.
Sebagai contohnya adalah pembangunan industri di suatu daerah akan menyebabkan beberapa permasalahan, contohnya seperti industri yang ingin berdiri diarea persawahan dan membutuhkan lahan tersebut, sehingga mereka membeli dan menutup area persawahan tersebut agar dapat dibangun. Selain itu, pembangunan juga berdampak pada fasilitas jalan raya disekitar proyek yang awalnya bagus dan tidak berlubang menjadi berlubang serta memiliki perbedaan ketinggian yang dapat merugikan pengguna jalan. Selanjutnya dampak yang lain yaitu berkurangnya area persawahan. Jika industri tersebut sudah jadi dan beroprasi maka akan menimbulkan persoalan baru seperti limbah buangan dari industry tersebut, meskipun saat pembukaan industry menyedot banyak tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Kerugian-kerugian dan perubahan-perbahan terhadap lingkungan yang dihasilkan dari pembangunan tersebut alangkah baiknya perlu diperhitungkan, dengan keuntungan yang diperkirakan akan diperoleh dari suatu proyek pembangunan. Biaya-biaya yang harus dikerluarkan guna menjaga kelestarian lingkungan perlu diperhitungkan, sedapat mungkin tidak memberatkan kepentingan umum masyarakat sebagai konsumen hasil dari hasil pembangunan tersebut.

4.
Cara Mengatasi perubahan Iklim

a)      Menanam Pohon

Cara mengatasi perubahan iklim yang pertama adalah dengan menanam pohon. Kamu bisa menanam pohon di halaman rumah atau menaruh tanaman-tanaman kecil di teras. Selama fotosintesis, pohon dan tanaman lain menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen.

Tanaman merupakan bagian yang tak terpisahkan dari siklus pertukaran atmosfer alami. Beberapa tanaman juga bisa melawan peningkatan karbon dioksida yang disebabkan oleh lalu lintas mobil, manufaktur, dan aktivitas manusia lainnya.

b)      Ajak Orang Lain untuk Melakukan Pelestarian Lingkungan

Cara mengatasi perubahan iklim berikutnya adalah dengan megajak orang lain untuk melakukan pelestarian lingkungan. Cara yang paling mudah adalah berbagai informasi tentang daur ulang dan konservasi energi dengan teman, tetangga, dan rekan kerja.

Beri contoh yang baik untuk pelestarian lingkungan dengan kebiasaan-kebiasaan yang kamu lakukan. Kamu juga bisa turut serta dalam komunitas pecinta lingkungan.

c)      Menerapkan Reduce, Reuse, Recycle

Reduce, Reuse, Recycle merupakan langkah sederhana sebagai cara mengatasi perubahan iklim lainnya. Reduce adalah kegiatan menggunakan produk kemasan, terutama plastik seminimal mungkin.

Langkah ini juga akan membantu mengurangi pemborosan. Reduce juga bisa dilakukan dengan membeli produk yang dapat digunakan kembali alih-alih yang sekali pakai.

Reuse adalah langkah menggunakan kembali benda-benda bekas seperti kantong plastik atau botol plastik. Sementara recycle adalah kegiatan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi berguna lagi, Kamu bisa mendaur ulang kertas, plastik, koran, kaleng kaca dan limbah lainnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

d)      Kurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor Pribadi

Terakhir, kamu bisa mengatasi perubahan iklim dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang berarti lebih sedikit emisi. Selain menghemat bensin, berjalan kaki dan bersepeda merupakan bentuk olahraga yang menyehatkan.


5. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup sangat terkait erat dengan hak atas lingkungan hidup. Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat telah dilindungi dalam Konstitusi Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945.[ii]  Setelah amandemen, ketentuannya dirumuskan dalam Pasal 28H ayat (1) yang menegaskan:
”setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.
Pada prinsipnya, Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.[iii] Sifat HAM yang melekat kemudian menekankan arti penting dari adanya HAM yaitu, bagaimanakah upaya-upaya negara untuk memberikan jaminan kepada masyarakat dalam rangka pemenuhan atas HAM?.[iv]
Koesnadi Hardjasoemantri menyatakan, bahwa hak atas lingkungan merupakan hak subyektif yang dimiliki oleh setiap orang. Adapun realisasi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sesungguhanya merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak-hak asasi lainnya, khususnya hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan standar kehidupan yang layak, hak kesehatan, dan hak-hak lainnya yang dalam pemenuhannya sangat terkait dengan kondisi lingkungan hidup yang baik dan sehat. Siti Sundari Rangkuti juga menyatakan, bahwa pemaknaan secara yuridis terhadap hak atas lingkungan yang baik dan sehat harus diwujudkan melalui pembentukan berbagai saluran hukum, sebagai upaya perlindungan hukum bagi masyarakat di bidang lingkungan hidup.[v] Bentuk-bentuk perlindungan tersebut, antara lain yaitu hak mengambil bagian dalam prosedur hukum administrasi, seperti hak berperan serta (inspraak, public hearing) atau hak banding (beroep) terhadap penetapan administrasi (tata usaha negara).
Secara internasional pengakuan peran serta masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait lingkungan juga telah diakui sebagai salah satu prinsip utama tata kelola lingkungan dalam Deklarasi Rio 1992. Dimana Prinsip 10 Deklarasi Rio menyatakan, bahwa masalah lingkungan paling baik ditangani dengan partisipasi semua warga negara yang peduli di tingkat yang relevan. Deklarasi rio juga menetapkan, bahwa negara diminta untuk memastikan masing-masing individu memiliki akses yang tepat ke informasi mengenai lingkungan yang dimiliki oleh otoritas publik, termasuk informasi tentang bahan berbahaya dan kegiatan di komunitas mereka, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, negara harus memfasilitasi dan mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat dengan menyediakan informasi dengan sebaik baiknya.[vi]
Dalam konteks historis, Hak Atas Lingkungan digolongkan sebagai Hak Asasi Manusia Generasi Ketiga. Dimana hak atas lingkungan hidup bukanlah hak yang berdiri sendiri melainkan terdapat hak-hak turunan (derivatif) yang akan menentukan sejauh mana kualitas hak atas lingkungan dapat terpenuhi. Terdapat dua aspek yang membentuk hak atas lingkungan, yakni aspek prosedural dan aspek substantif. Aspek subtantif disini diartikan sebagai hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan standar hidup yang layak dan hak untuk sehat, hak untuk mendapatkan keadilan intra dan anter generasi. Sedangkan hak-hak prosedural dimaksud, adalah elemen penunjang dalam rangka pemenuhan atas hak substansif, yakni hak atas informasi, hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan hak untuk mendapatkan akses keadilan.[vii]
Saat ini, hak-hak prosedural dalam rangka pemenuhan hak atas lingkungan telah diatur dalam Konvensi Aarhus (Convention Access to Information, Participation and Decision Making and Access to Justice in Environmental Matters). Pasal 1 Konvensi Aarhus menyatakan :  “In order to contribute to the protection of the right of every person of present and future generations to live in an environment adequate to his or her health and well-being, each Party shall guarantee the rights of access to information, public participation in decision-making, and access to justice in environmental matters in accordance with the provisions of this Convention.” Ketentuan Pasal 1 Konvensi Aarhus secara explisit meminta kepada negara untuk menjamin pemenuhan hak atas akses informasi, peran serta masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan akses terhadap keadilan dalam permasalahan terkait lingkungan hidup sebagai bentuk pemenuhan hak atas lingkungan hidup oleh negara.
Dengan demikian, upaya pemenuhan akses peran serta kepada masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup merupakan suatu prasyarat dalam pemenuhan terhadap hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana telah diamanatkan dalam UUD NRI Tahun 1945.


#uasiad

0 Komentar

Silahkan LOGIN untuk berkomentar.