loader

Sosial dan budaya di sumatera utara

1 bulan yang lalu

Pada jaman pemerintahan Belanda, sumatera utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama gouvement van sumatera yg meliputi seluruh sumatera yg di kepalai oleh seorang gubernur berkedudukan dimedan. Sunatera utara terdiri dari daerah-daerah administratif yg dinamakan keresidenan pada sidang I komite nasional daerah (KND), provinsi sumatera di putuskan untuk dibagi menjadi 3 bagian sub provinsi yaitu sub provinsi sumut ( yg terdiri dari keresidenan Aceh, keresidenan sumatera timur, dan keresidenan tapanuli), Awal tahun 1949 diadakan reorganisasi pemerintahan sumatera dengan keputusan pemerintahan darurat RI tanggak 17 mei 1949 nomor 22/pem/PDRI jabatan gubernur sumut di tiadakan, selanjutnya dengan ketetapan pemerintahan Darurat RI tanggal 17 Des 1949 dibentuk provinsi Aceh dan provinsi tapanuli/sumatera timur yang kemudia dgn peraturan pemerintahan pengganti UU No 15 tahun 1950 tanggal 14 agustus 1950, ketetapan ini dicabut dan kembali di bentuknya provinsi sumatera utara ( SUMUT)

NILAI BUDAYA YANG TERDAPAT DI SUMUT

Susunan masyarakat sumut adalah berdasarkan geneologis teritorial seperti Batak toba, Mandailing, dan Nias. Dimasyarakat Batak dikenal upacara memberi makan anak kepada org yg lanjut usia (sulang-sualng). Terdapat juga upacara panggalian/pemindahan tulang belulang kesuatu tempat atau tugu yang disebut mangongkal holi.

SUKU YANG TERDAPAT DI SUMUT 

Sumatera utara atau yg sering disingkat dengan SUMUT merupakan salah satu provinsi terbesar di indonesia. Jumlah penduduk yg terdapat pd provinsi sumut sebanyak 6.076.440 jiwa (2000sensus), Penduduk trrsebut terbagi atas beberapa suku dan etnis antara lain: Batak pak pak, Batak toba, Batak karo, Batak simalungun, Batak mandailing, Batak angkola/ pesisir, Nias, dan melayu. Disini kita akan membahas beberapa dari suku atau etnis di atas yaitu:

1. SUKU PAKPAK(DAIRI)

Dikenal dengan peninggalan sejarah megalitik berupa mejan dan patung ulu balang dan tentunya juga memiliki adat istiadat dan tari daerah dan alat musik yg khusus, serta rumah adatnya yg dibuat dari bahan kayu serta atapnya dari bahan ijuk dan bagian-bagian dari rumah adat pakpak mempunyai arti tersendiri, rumah adat pakpak disebut Jerro rumah adat ini umumnya menggunakan tangga dan tiang penyangga.

2.BATAK TOBA

Dikenal dengan tariannya yaitu tor-tor tarian ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang dgn gerakan tari yg riang gembira yg diadakan pada saat senang maupun duka, wisata danau toba, adat budaya, rumah adat balai batak toba atau rumah adat bolon yg membedakan runah adat tersebut hanya ukuran dan jumlah penghuninya rumah adat ini memiliki kolong rumah yang digunakan sbg kandang hewan peliharaan masyarakat Batak seperti babi, ayam, dan kambing, kuliner seperti arsik, naniura, lapet,dll. Serta alat musiknya seperti gonrang, taganing, suling, dll

3. KARO

Terkenal dengan daerah berastaginya dgn alam yg sejuk, adat istiadat dan kulinernya seperti Babi panggang karo (BPK)dll, adat budaya, rumah adatkaro yg sering disebut dengan nama rumah adat siwaluh jabu yg artinya sebuah rumah yg dihuni oleh delapan keluarga, dan memiliki tarian yaitu tari piso surit yg menggambarkan seorang gadis sedang menantikan kedatangan kekasihnya.

4.SIMALUNGUN

Terkenal dengan peninggalan sejarah berupa rumah adat yg dinamai Rumah bolon nama rumah adatnya sama dengan rumah adat batak toba hanya saja yg membedakannya yaitu bentuk atapnya yg unik yg berbentuk limas atau yg sering di kenal dgn museum lingga, adat istiadat, dan budaya tersendiri

4. MELAYU

Dikenaln dgn berbagai peninggalan sejarah seperti istana maimoon, tari daerah yaitu tari serampeng dua belas yg mengandung pesan tentang perjalanan kisah anak muda dalam mencari jodoh, mulai dari perkenalan sampai memasuki tahap pernikahan, dan rumah adat, Rumah adat melayu identik dgn warna kuning dan hijau, serta dindingnya dan lantainya terbuat dari papan dan atapnya menggunakan ijuk.

5. NIAS

Dikenal dengan adat istiadatnya, tarian yg dinamakan tari fataele tari fataele ini tidak bisa dipisahkan dgn tradisi lompat batu karena lahirnya berbarengan dgn tradisi homo batu.

Provinsi sumut ini dihuni oleh banyak suku bangsa yg tergolong dari melayu tua dan melayu muda. Daerah pesisir sumut, yaitu timur dan barat pada umumnya didiami oleh suku melayu dan suku mandailing yg hampir seluruhnya beragama Islam. Sementara didaerah pegunungan banyak terdapat suku batak yg sebagian besarnya beragama Kristen. 

KERAJINAN:

Tenunan merupakan seni kerajinan yg menarik dari suku batak, cth tenunan ini adalah kain ulos. Ulos merupakan kain adat batak yg digunakan dlm upacara pernikahan, kematian, dll. Warna ulos biasanya adalah warna hitam, putih, dan warna merah yg mempunyai makna tertentu, sedangkan warna lainnya merupakan lambang dari variasi kehidupan. Untuk jenisnya ulos sendiri ada bermacam - macam yaitu Ulos sitolu tuho( difungsikan atau dipakai sebagai ikat kepala atau selendang), Ulos ragi hotang (ulos ini diberikan kepada sepasang pengantin yg sedang melaksanakan pesta adat yg disebut dengan nama ulos hela), sadum dll, dan setiap ulos memiliki filosofi yg berbeda. Org batak biasanya menjadikan ulos sebagai selempang atau selendang

PAKAIAN ADAT SUMATERA UTARA

1. Pakaian adat suku batak toba

Pakaian adat sumut batak toba sehari-harinya merupakan kain tenun atau yg lebih dikenal dgn ulos. Ulos yg dipakai laki-laki disebut dgn hande-hande untuk pakaian bagian atasnya. Sedangkan untuk bagian bawah dinamakan singkot. Selain itu ulos ternyata digunakan untuk menutupi kepala yg disebut juga bulang-bulang, atau tali-tali.

2.Pakaian adat mandailing

Untuk pakaian adat mandailing sebenarnya hampir sama dgn pakaian batak toba mereka menggunakan ulos yg dipadukan dgn aksesoris lain. Saat acara pernikahan, wanita mandailing biasanya menggunakan bulang di kening. Bulang umumnya terbuat dari bahan dasar emas, bulang dlm adat mandailing memiliki arti sbg lambang kemuliaan dan simbol kemasyarakatan. Pengantin pria biasanya menggunakan penutup kepala yg disebut dgn nama Ampu, pada jaman dulu ampu digunakan oleh para raja mandailing dan angkola. Warna hitam pada ampu memiliki fungsi magis, sedangkan untuk warna emasnya adalah simbol kebesaran.

3. Pakaian adat suku nias

Untuk pakaian adat nias biasanya dominan dgn warna kuning dan emas. Kaum pria niansanya mengenakan atasan yg terbuat dari kulit kayu. Baju merupakan baju yg memiliki bentuk seperti rompi yg tidak memiliki kancing dan hanya berwarna hitam atau coklat. Untuk pakaian adat wanita biasanya terdiri dari selembar kain yg terbuat dari kulit kayu atau blacu hitam. Dan pakian tersebut biasanya diberikan aksesoris tambahan berupa gelang yg dibuat dari kuningan dan umumnya merek juga menggunakan anting logam yg besar yg disebut saro delinga.

5. Pakaian adat simalungun , pakpak dan karo  sama halnya dengan suku sumatera utara lainnya yg mengenakan Ulos hanya berbeda dgn cara menyebutnya, serta dgan kasesoris yg dipakai oleh suku-suku tersebut.

6. Melayu

Pakaian adat suku melayu sumatera utara sama dengan suku melayu di Riau yg menggunakan baju kurung serta songket yg dililit ke pinggang dan berwarna kuning.

MAKANAN KHAS SUMATERA UTARA:

1. Arsik

2. Manuk napinadar

3. Saksang

4. Naniura, dan

5. Lappet, serta

6. Mie gomak


BAHASA YANG DIGUNAKAN DI SUMATERA UTARA:

bahasa batak, tetapi ada beberapa kata yg sesuai kosa kata Indonesia namun artinya sangat jauh berbeda cth "pasar" dalam kamus besar bahasa indonesia pasar berarti tempat org berjual beli. Tapi dalam bahasa medan pasar berarti jalan aspal ( jalan raya).


BEBERAPA LAGU DAERAH SUMATERA UTARA:

1. Butet

2.  Anju ahu ( lagu ini menceritakan sepasang kekasih yg sedang dirundung masalah, itinya sepasang kekasihbyg harus saling mengerti dan saling membujuk)

3. Sinanggar tulo( mengambarkan keluh kesah seorang perjaka yg harus menuruti perintah ibunya, yg menginginkan putranya mendapatkan kekasih dari keturunan marga ibunya ( marga dari sang ibu harus sama dengan marga calon kekasing sang perjaka) dan juga merupakan pariban.

4. Sittogol( isi lagunya mengajak untuk bergembira ria dan melepaskan diri dari rasa susah hati)

5. Sik sik sibatumanikam

6. Piso surit ( mengambarkan tentang rasa rindu seseorang terhadap kekasihnya yg tak tau dimana rimbanya)

SENJATA TRADISIONAL SUMUT:

Tumbuk lada Adalah senjata tradisional karo yg digunakan dalam pertempuran jarak pendek. Ia boleh dipegang dgn dua jenis genggaman yaitu dengan mata keatas ataupun mata kebawah. Piso karo juga merupakan senjatara tradisional dari sumatera utara yg mempunya panjang 31-55cm. Pegangannya terbuat dari kayu, gading, rotan, dan sarungnya ditutupi dgn perak dan suasa. Piso gading merupakan salah satu senjata tradisional sumatera utara yg berasal dari toba. Piso gading terbuat dari bahan kayu, gading, dan rotan yg memiliki panjang sekitar 66cm.

PERALATAN TRADISIONAL YG TERDAPAT DI SUMATERA UTARA:

Lesung digunakan untuk menumbuk padi, tepung, dll. Sagak digunakan untuk ayam yg sedang bertelur dan mengerami telurnya. Bubu digunakan untuk menangkap ikan di sugai. Pantik digunakan untuk menangkap ikan lele di perairan sawah. Takar merupakan ukuran beras. Tandok tempat beras yg sering digunakan di acara adat.

Semua etnis memiliki nilai budaya masing-masing mulai dari adat istiadat, tari daerah, jenis makanan, budaya, dan pakaian adat juga memiliki bahasa daerah masing-masing. Walupun begitu banyak etnis budaya di sumut tidak membuat perbedaan antara etnis dalam masyarakat karena tiap etnis dapat berbaur satu sama lain dengan memupuk kebersamaan yg baik. "Banyak orang yg berpendapat bahwa adat istiadat orang sumatera utara itu kasar-kasar". Menurut saya banyak orang yang menganggap orang sumatera kasar-kasar dikarenakan dari tutur bahasa yg agak sedikit keras. Sebenarnya bahasa tersebut sudah menjadi tradisi dari orang sumatera karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan atau tradisi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi dan tidak akan bisa berubah karena kebiasaan itu sudah lahir dari jaman benek moyang mereka.  Hanya ini yang bisa saya ceritakan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. @choyei


0 Komentar

Silahkan login untuk berkomentar.